Translate

Mukaddimah

Assalaamu'alaikum wr wb.

Selamat datang di blog "Kantor Advokat/Hukum "Drs M Harun, SH & Rekan". Semoga ada kesan indah yang akan Anda dapatkan di blog ini. Aamiin!

Atas perhatian Anda, kami ucapkan banyak terima kasih.

Salam hormat kami,
Kantor Advokat/Hukum "Drs M Harun, SH dan Rekan"
Ringroad Selatan Ds Gonjen RT 05 No. 34
Tamantirto Kasihan Bantul DIY 55183 HP 0895 3093 9061 Email : harunmhmmd@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label My understanding of the Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My understanding of the Qur'an. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juni 2012

Qur'an Surat 2:12

Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadarinya. (QS 2:12)
Ayat ini mengandung arti bahwa:
  1. kerusakan dapat meliputi kerusakan moral, kerusakan fisik manusia itu sendiri, disintegrasi social, dan kerusakan lingkungan hidup;
  2. perilaku yang nampak pada orang-orang yang berbuat kerusakan antara lain: suka berpura-pura, suka berdusta, suka menipu, suka berfoya-foya, suka bermabuk-mabukan, suka perzinahan, suka pornografi, suka pornoaksi, suka berjudi, suka bermegah-megahan, suka memfitnah, suka mengolok-olok,  suka merusak kelestarian lingkungan, suka korupsi, suka mencuri, suka memprofokasi agar terjadi kekacauan, suka mengajak orang lain untuk melakukan kerusakan; 
  3. Allah memberitahukan kepada kita bahwa orang-orang  yang berperilaku semacam itu tidak menyadari bahwa mereka telah berbuat kerusakan;
  4. Allah menganjurkan agar orang-orang beriman mengingat perbuatan orang-orang tersebut;
  5. mereka tidak menyadari bahwa perbuatannya itu merusak,  karena hati mereka telah tertutup untuk menerima kebenaran. Mereka itu semata-mata ingin memuaskan hawa nafsunya, memenuhi kesenangan pribadi dan kelompoknya belaka, mereka  tidak mau peduli dengan dampaknya bagi keselamatan orang lain, mereka mengabaikan larangan-larangan agama, dsb.
Remember, they are actually doing damage, but they do not realize it. (Surah 2:12) This verse implies that:   
  1. damage can include damage to the moral, physical damage to the man himself, social disintegration and environmental degradation;
  2. behaviors that appear in people who do mischief among others: like to pretend, like lying, happy stealing,  likes to get drunk, like adultery, like pornography, like porno-action, like gambling, happy deceptive, happy slander, likes to make fun of (happy joke, ridicule), like destroying the environment, like corruption, happy stealing, like provocation to be chaos, like to invite other people to do the damage;
  3. God tells us that people who behave like that do not realize that they have done the damage;
  4. God encourage believers to remember what those are;
  5. they do not realize that she was not destructive, because their hearts have been sealed to accept the truth. They simply wanted to satisfy his desires, fulfill personal pleasures and his group alone, they do not care about the impact on the safety of others, they ignore the religious prohibitions, and so on.


Selasa, 19 Juni 2012

Tafsir (Interpretation of) Qur'an S. 2:11

Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Janganlah berbuat kerusakan di muka bumi!” Mereka menjawab, “Sesungguhnya kami  justru orang-orang yang melakukan perbaikan.” (QS. 2: 11)

Ayat ini mengandung arti bahwa:
  1. Allah melarang manusia berbuat kerusakan di muka bumi. 
  2. Allah memberitahukan bahwa orang-orang yang munafik dan pendusta akan mengatakan sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang melakukan perbaikan, pada hal sesungguhnya mereka melakukan kerusakan di muka bumi.
When it is said to them, "Do not do mischief on earth!" They said, 'We the people who actually do the repair. "(Surah 2: 11)
 
This verse implies that
  1. God forbids people to do mischief on earth.
  2. Allah tells us that people who are hypocrites and liars will say they really are the ones who do the repairs, the real thing they do mischief on earth.

Senin, 18 Juni 2012

Tafsir (Interpretation of) Qur'an S. 2:10

Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta. (QS. 2:10)
Ayat tersebut mengandung arti bahwa:
  1. Orang yang berkehendak menipu, berdusta, dan berpura-pura adalah orang yang mengidap sebagian dari penyakit hati atau penyakit kejiwaan;
  2. Penyakit tersebut oleh Allah ditambah dengan beberapa penyakit hati yang lain, misalnya rasa bimbang terhadap keberhasilan  perbuatannya, rasa kecewa karena tipu dayanya tidak berhasil, rasa takut jika tipu dayanya terbongkar, rasa tidak nyaman dalam berhubungan social dengan orang-orang yang pernah ia tipu, rasa dicurigai, dsb.
  3. Penyakit tersebut sudah merupakan sebagian siksa yang pedih dari Allah yang dialami di dunia ini, dan sebagian lagi akan di kenakan di akhirat nanti.
In their hearts is a disease, God then added it's illness, and for them a painful punishment, because they lie. (Koran Surah 2:10)

The verse implies that:
  1. People who are willing to cheat, lie, and pretend the majority of people suffering from liver disease or psychiatric illness;
  2. The disease is by God coupled with some other liver diseases, such as a sense of wavering on the success of his actions, feeling disappointed that their tricks do not work, fear of being exposed their tricks, discomfort in social touch with the people he has ever devised, a sense of suspected, and so on.
  3. The disease is already the most painful punishment of God is experienced in this world, and some will be wearing in the next.

Sabtu, 16 Juni 2012

My understanding of the Qur'an (18)

They want to beguile Allah and those who believe, but they only deceive themselves and they do not aware. (Qur'an 2:9)

This verse implies that the people who want to deceive Allah and those who believe, are the ones who claim to believe, but actually they do not believe and did not realize that by doing so, they really are deceiving themselves, because God and those who believe not disadvantaged over their attitude. The loss is their own, because they ignore the truth.

In the Indonesian language:

Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, pada hal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedang mereka tidak sadar.(QS. 2:9)

Ayat ini mengandung arti bahwa orang-orang yang hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, adalah orang-orang yang mengaku beriman, pada hal sesungguhnya mereka tidak beriman dan tidak menyadari bahwa dengan berbuat demikian itu mereka sesungguhnya sedang menipu dirinya sendiri, karena Allah dan orang-orang yang beriman tidak dirugikan atas sikap mereka itu. Yang rugi adalah mereka itu sendiri, karena mereka mengabaikan kebenaran.

Jumat, 15 Juni 2012

My understanding of the Qur'an (17)

And among the human there who say: `We believe in Allah and the Last Day ', in case they were not really people who believe. (Qur'an 2:8)

The verse suggests that God intimated to the believers to beware of people like that.

In the Indonesian language:

Di antara manusia ada yang mengatakan: `Kami beriman kepada Allah dan Hari Kemudian', pada hal sesungguhnya mereka bukanlah orang-orang yang beriman. (QS. 2:8)

Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mengisyaratkan kepada orang-orang yang beriman agar waspada terhadap orang-orang seperti itu.

Selasa, 12 Juni 2012

My understanding of the Qur'an (16)

God had been lock-dead hearts and their hearing and their sight was closed. And for those very severe punishment. (Qur'an 2:7)
 
Verse 7 relates to verse 6, that is, because those Jews who disbelieve in time the Prophet Muhammad, after various explanations about the truth of the message of the Prophet delivered, not believe too, then God lock hearts, hearing and vision them. This means that they really can not accept the truth again. And for those a very unhappy life in the world nor in the hereafter.

In the Indonesian language:

Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka hukuman yang sangat berat. (QS. 2:7)

Ayat 7 berkaitan dengan ayat 6, yaitu, karena orang-orang Yahudi yang kafir di waktu Nabi Muhammad, setelah berbagai penjelasan tentang kebenaran dari pesan Nabi disampaikan, tidak percaya juga, maka Allah mengunci hati, pendengaran dan penglihatan mereka. Ini berarti bahwa mereka benar-benar tidak dapat menerima kebenaran lagi. Dan bagi mereka suatu kehidupan yang sangat tidak bahagia di dunia maupun di akhirat.

My understanding of the Qur'an (15)

Surely those who disbelieve, the same to them whether you warn them or do not warn them, they will not believe. (Qur'an 2:6)

This verse was revealed related to the Jews in Medina during the Prophet Muhammad who do not believe in Muhammad as the Messenger of Allah treatise. So it is not associated with all non-believers around the world and throughout time.

This verse implies that God intimated to the Prophet and the preacher that there are people who still do not believe, although it has been given the truth so rational and well.

In the Indonesian language:

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. (QS. 2:6)

Ayat ini turun berkaitan dengan orang-orang Yahudi di Madinah pada masa Nabi Muhammad  yang tidak percaya dengan risalah Muhammad sebagai Utusan Allah. Jadi tidak terkait dengan semua orang kafir di seluruh dunia dan sepanjang zaman.

Ayat ini mengandung arti bahwa Allah mengisyaratkan kepada Nabi dan para da'i bahwa ada orang-orang yang tetap tidak percaya, walaupun telah disampaikan kebenaran sebegitu rasionalnya dan sebaik-baiknya.

Senin, 11 Juni 2012

My understanding of the Qur'an (14)

Those that continued to receive guidance from their Lord, and they're the lucky ones. (Qur'an 2:5)




The word "they" in that verse are those who are obedient to Allah as mentioned in the verses before this verse. As long as they remain obedient, they still get a hint of God. They are the ones who are lucky, in the sense of happiness in the world and the hereafter.


In the Indonesian language:
Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan merekalah orang-orang yang beruntung.(Q 2:5)


Kata "mereka" dalam ayat itu adalah mereka yang taat kepada Allah sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat sebelum ayat ini. Selama mereka tetap taat, mereka masih mendapatkan petunjuk Allah. Mereka adalah orang-orang yang beruntung, dalam arti bahagia di dunia dan akhirat.

My understanding of the Qur'an (13)

And those who believe in the Book (Koran) which has been revealed to you and the books that have been revealed before, and they believed in (life) hereafter.
(Qur'an 2:4)

The Book (Koran) is the word of God is gradually conveyed to the Prophet Muhammad through the Angel Gabriel, who later recorded by the companions of the Prophet Muhammad and after complete 
then made the book
. Before the book of the Koran there are other books are delivered to the prophets before Prophet Muhammad.

In the Indonesian language:

Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat.
(QS. 2:4)

Kitab al-Qur'an adalah firman Allah yang disampaikan secara bertahap kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril, yang kemudian dicatat oleh para sahabat Nabi Muhammad dan setelah lengkap kemudian dijadikan kitab. Sebelum kitab al-Qur'an ada kitab-kitab lain yang disampaikan kepada Nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad.

Minggu, 10 Juni 2012

My understanding of the Qur'an (12)

(they are) those who believe in the unseen, who establish "salat" and spend most of sustenance which We have bestowed upon them. (Qur'an 2:3)



Faith in the unseen is meant in this verse, if we associate with surah-surah and another verse, is faith in God, the angels of God, God's messengers, the books of Allah, the Hereafter (afterlife), and provision of good and bad.

Statement "that establish 'salat'" implies that we must build individual and social behavior in accordance with the prayers and the statements in "salat."

The statement, "spend most of sustenance" means that some of our income, we share with the people who are economically disadvantaged (the poor).

The statement "sustenance which We have bestowed" means that our income was a gift from God. This means if 
God does not move the hearts of people to buy the goods we sell, so we do not sell goods, and we do not earn a living.

 
In the Indonesian language:

(yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.(QS. 2:3) Beriman kepada yang ghaib yang dimaksudkan dalam ayat ini, jika kita kaitkan dengan surah-surah dan ayat-ayat yang lain, adalah beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, rasul-rasul Allah, kitab-kitab Allah, Hari Kemudian (akhirat), serta qadha dan qadar.

Kata "shalat" di dalam ayat tersebut adalah cara-cara menyembah Allah yang khusus yang diajarkan oleh Nabi Muhammad, yaitu terdiri dari doa, pernyataan, gerakan-gerakan badan dan waktu-waktu tertentu yang dilaksanakan secara sistemik.

Pernyataan "yang mendirikan shalat" mengandung arti bahwa kita harus membangun perilaku individual dan sosial yang sesuai dengan doa dan pernyataan dalam salat.

Pernyataan "menafkahkan sebagian rezki" mengandung arti bahwa sebagian penghasilan kita, kita bagikan kepada orang yang berkekurangan secara ekonomi (orang miskin).

Pernyataan "rezki yang Kami anugerahkan" mengandung arti bahwa penghasilan kita itu adalah anugerah dari Allah. Jika Allah tidak menggerakkan hati orang untuk membeli barang yang kita jual, maka barang kita tidak laku, dan kita tidak mendapatkan penghasilan. 
   

My understanding of the Qur'an (11)

The Book (Al Quran) is not any doubt; guidance for they are cautious, (Quran 2:2) In terms of history, the text presented by the Prophet Muhammad to his companionsGod's word is still not a book. So the word "book" in this verse is probably intended by God to inspire the Prophet Muhammad and his companions in the future to collect the words of God that has been written and complete a one in a book

The book does not imply any doubt that God is telling us that this book is the word of God is conveyed to the Prophet Muhammad, was not written by Muhammad or his companions. And the contents of this book must be true, scientifically proven, useful, and leads to salvation and happiness.

In the Indonesian language:
Kitab (Al quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa,(QS. 2:2) Dari sisi sejarah, ayat ini disampaikan oleh Nabi Muhammad kepada para sahabatnya, firman-firman Allah masih belum merupakan sebuah kitab. Jadi kata "kitab" dalam ayat ini barangkali dimaksudkan oleh Allah untuk menginspirasi Nabi Muhammad dan para sahabatnya untuk dikemudian hari mengumpulkan firman-firman Allah yang telah ditulis dan lengkap menjadi satu dalam sebuah kitab.

Kitab ini tidak ada keraguan padanya mengandung arti bahwa Allah memberitahukan bahwa kitab ini memang firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad, bukan karangan Muhammad ataupun sahabat-sahabatnya. Dan isi dari kitab ini pasti benar, dapat dibuktikan secara ilmiah, bermanfaat, serta membawa kepada keselamatan dan kebahagiaan.

My understanding of the Qur'an (10)

ALM (Q 2:1). There are several different interpretations of this verse. Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia to different interpretations, the conclusion that what is meant by the letters of the alphabet are mentioned by Allah in the beginning of a letter from the Koran lesson is to "challenge" the Arab nation and exposes human attention to the verses that would read by the Prophet Muhammad. "

In the Indonesian language:

Alif Laam Miim (Q 2:1). Ada beberapa tafsir yang berbeda mengenai ayat ini. Departemen Agama Republik Indonesia terhadap tafsir-tafsir yang berbeda tersebut, mengambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan huruf-huruf abjad yang disebutkan oleh Allah pada permulaan beberapa surat dari Alquran hikmahnya adalah untuk "menantang" bangsa Arab serta menghadapkan perhatian manusia kepada ayat-ayat yang akan dibacakan oleh Nabi Muhammad saw."

Sabtu, 09 Juni 2012

My understanding of the Qur'an (9)

"(They are) the way the people who have been given favors upon them, not their way of wrath, nor those who are misguided path. (Q 1:7)"

The verse means that people who have been given favors are the ones who have been through a preferred way of life and according to the will of God. If associated with the preceding paragraphs, the way of life, among others: always mention the name of God, loving God with your fellow servant, always praising God, have faith that God is Lord and ruler of all nature in the Hereafter, worship (in the sense of carrying out command, away from the ban, and heed the advice of God) and begged for help only to God, and always ask God guide path.

The verse also implies that when this way of life is above our established, then we get the favor of God, it would be a safety and happiness is relative in this world and eternity in the afterlife.

In the Indonesian language:
 
"(yaitu) jalan orang-orang yang telah diberi nikmat atas mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai, dan bukan pula jalan mereka yang sesat. (Q 1:7)"
Ayat tersebut mengandung arti bahwa orang-orang yang telah diberi nikmat adalah orang -orang yang telah menempuh cara hidup yang disukai dan sesuai dengan kehendak Allah. Jika dikaitkan dengan ayat-ayat sebelumnya, maka cara hidup tersebut antara lain: senantiasa menyebut nama Allah, penuh kasih sayang dengan sesama hamba Allah, senantiasa memuji Allah, beriman bahwa Allah adalah Tuhan seluruh alam dan penguasa pada Hari Kemudian, menyembah (dalam arti melaksanakan perintah, menjauhi larangan, dan mengindahkan anjuran dari Allah) dan memohon pertolongan hanya kepada Allah, dan senantiasa memohon kepada Allah petunjuk jalan yang lurus. 

Ayat tersebut juga mengandung arti bahwa manakala cara hidup seperti tersebut di atas kita laksanakan, maka kita mendapatkan nikmat dari Allah,  tentunya berupa keselamatan dan kebahagiaan yang relatif di dunia ini dan kekal di akhirat nanti.

My understanding of the Qur'an (8)

Guide us the straight path (Qur'an 1:6). This means: 1. God teaches us to ask or pray that God gives guidance to the straight path; 2. God wants us to take the path that God wants, the way that permitted by God. 3. The road will surely bring us to salvation and happiness.

In the Indonesian Language:

Tunjukilah kami jalan yang lurus (QS. 1:6). Ini berarti: 1. Allah mengajarkan kepada kita untuk memohon atau berdoa agar Allah memberikan petunjuk jalan yang lurus; 2. Allah menghendaki kita menempuh jalan yang Allah kehendaki, jalan yang diperkenankan oleh Allah. 3. Jalan tersebut tentunya akan membawa kita kepada keselamatan dan kebahagiaan.

My understanding of the Qur'an (7)

al-Qur'an Surah 1 Ayat 5: "Only to You we worship, and only to you we ask for help." This means, God taught His servants that He is worthy to be worshiped and asked for help, for He is Most Gracious, Most Merciful, the Lord of the worlds (God is managing the entire nature), and Lord on the Day of Judgment. And in the worship and begging for help that should together with other. Should not say "I worship", but "We worship".

In the Indonesian Language:

al-Qur'an Surah 1 Ayat 5: "Hanya kepada Engkau kami menyembah, dan hanya kepada Engkau kami memohon pertolongan." Ini berarti, Allah mengajarkan kepada hamba-Nya bahwa hanya Dia yang layak untuk disembah dan dimintai pertolongan, karena Dia bersifat Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Tuhan seluruh alam (Tuhan yang mengelola seluruh alam), dan Penguasa pada Hari Pembalasan. Dan di dalam menyembah dan memohon pertolongan itu selayaknya bersama dengan yang lain. Selayaknya tidak mengatakan "saya menyembah", tapi "kami menyembah". 

Jumat, 08 Juni 2012

My understanding of the Qur'an (6)

al-Qur'an Surah 1 Verse 4: "The control of the Day of Judgment." Means that Allah (God) tells us that the days in this world are the days of His servants to do the choices that have consequences for the account thereof in the Day of Judgment. That on the Day of Judgment, God will use His power is based on the nature of the Most Gracious, Most Merciful Him.

In the Indonesian Language:

al-Qur'an Surah 1 Ayat 4: "Yang menguasai Hari Pembalasan." Berarti Allah (Tuhan) memberitahukan bahwa Hari-hari di Dunia ini adalah hari-hari hamba-Nya untuk berbuat atas pilihannya yang memiliki konsekuensi untuk dipertanggungjawabkannya pada Hari Pembalasan. Bahwa pada Hari Pembalasan, Allah akan menggunakan kekuasaan-Nya berdasarkan sifat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang-Nya.

My understanding of the Qur'an (5)



al-Qur'an Surah 1 Verse 3: "Most Gracious, Most Merciful". This verse is a repetition of verse 1. That is, Allah (God) affirms that He is Most Gracious, Most Merciful in addition he is Lord of All Worlds, as mentioned in Verse 2, so that His slaves will feel comfortable of His power against all nature, and to understand that His power is power is based on the nature of his Most Gracious, Most Merciful.
In the Indonesian Language:

al-Qur'an Surah 1 Ayat 3: "Maha Pemurah lagi Maha Penyayang". Ayat ini merupakan pengulangan dari Ayat 1. Artinya, Allah (Tuhan) menegaskan bahwa Ia bersifat Maha Pemurah lagi Maha Penyayang di samping Ia adalah Tuhan Seluruh Alam sebagaimana disebutkan dalam ayat 2, agar hamba-Nya merasa nyaman akan kekuasaan-Nya terhadap seluruh alam, dan agar memahami bahwa kekuasaan-Nya adalah kekuasaan yang dilandasi oleh sifat-Nya Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kamis, 07 Juni 2012

My understanding of the Qur'an (04)

al-Qur'an Surah 1 Verse 1, "Praise be to Allah, Lord of the Worlds." implies that: 1. God teaches His servants that no one else is worthy of praise addressed to other than Allah; 2. all praise is proper only to God, because God is Lord of all nature; 3. God is the creating, driving, and who controls the whole of nature, including both natural objects, natural vegetation, animal nature, human nature, or supernatural nature, no matter how small and detailed as the particulars; 4. Is an act of futility and play for his servant, though in their hearts, praised himself or others besides Allah; 5. that the only God worthy of proud, because he is the god of all nature.





In the Indonesian of Language:


































































 








al-Qur'an Surah 1 Ayat 1, "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam." mengandung arti bahwa: 1. Allah mengajarkan kepada hamba-Nya bahwa tidak ada suatu  pujian pun yang layak ditujukan untuk selain Allah; 2. sudah selayaknya segala puji hanya untuk Allah saja, karena Allah adalah Tuhan seluruh alam; 3. Allah adalah yang menciptakan, yang menggerakkan, dan yang mengendalikan seluruh alam, meliputi baik alam benda, alam tumbuh-tumbuhan, alam hewan, alam manusia, maupun alam ghaib, sekecil apapun dan sedetail-detailnya; 4. Adalah suatu kesia-siaan dan perbuatan main-main bagi hamba-Nya, walau di dalam hatinya, memuji dirinya sendiri atau yang lainnya selain Allah; 5. bahwa yang layak sombong hanya Allah saja, karena Ia adalah tuhan seluruh alam.

My understanding of the Qur'an (3)


al-Qur'an Surah 1 Verse 1 also means that Allah (God) teaches his servant, with his name as the Most Gracious, Most Merciful, the belief that He (God) will bestow His mercy on him.

In the Indonesian of Language:

al-Qur'an Surah 1 Ayat 1 juga mengandung arti bahwa Allah (Tuhan) mengajarkan agar hamba-Nya, dengan menyebut nama-Nya sebagai Yang Maha Pengasih Maha Penyayang itu, berkeyakinan bahwa Ia (God) akan melimpahkan kasih sayang-Nya kepada dirinya.

My uderstanding of the Qur'an (2)

al-Qur'an Surah 1 Verse 1 also implies that Allah is a god who has a character like bestows His favors and blessings are abundant and sustainable. Ministry of Religious Affairs of the Republic of Indonesia said that if one Arab hear people characterize God with Ar-Rahman (Most Gracious), it is understood by him that Allah has bestowed His favors and gifts with numerous and plentiful. But that the abundance of blessings and grace that many have it fixed, not broken can not be understood from lafadz Ar-Rahman (Most Gracious) that's all. Therefore it is necessary followed by Ar-Rahim (Most Merciful), so that people take the notion that an abundance of blessings and grace and mercy of God that there is no unfailing.

In the Indonesian Language:

al-Qur'an Surah 1 Ayat 1 juga mengandung arti bahwa Allah adalah tuhan yang memiliki karakter suka melimpahkan nikmat dan karunia-Nya secara berlimpah dan berkelanjutan. Departemen Agama RI mengatakan bahwa bila seseorang Arab mendengar orang mensifati Allah dengan Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih), maka dipahami olehnya bahwa Allah itu telah melimpahkan nikmat dan karunia-Nya dengan banyak dan berlimpah-limpah. Tetapi bahwa limpahan nikmat dan karunia yang banyak itu tetap, tidak putus-putus tidak dapat dipahami dari lafaz Ar-Rahman (Yang Maha Pengasih) itu saja. Karena itu perlulah diikuti dengan Ar-Rahim (Yang Maha Penyayang), supaya orang mengambil pengertian bahwa limpahan nikmat dan karunia serta kemurahan Allah itu tidak ada putus-putusnya.